Selasa, 05 Maret 2013

Kota Pahlawan

. Selasa, 05 Maret 2013
0 komentar

Beberapa kedutaan besar negara sahabat di Jakarta mulai melirik Surabaya, seiring dengan prestasi yang sudah diraih kota pahlawan ini. Salah satunya Duta Besar (Dubes) Belgia untuk RI, Filip Cumps, berkunjung ke Balai Kota Surabaya pada Selasa (5/3/2013).

Bersama Atase Perdagangan Nathalie Surmont dan Konsul Kehormatan Belgia di Surabaya Stefaan Vancolen, rombongan diterima Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Dalam pertemuan tersebut, Risma membahas masalah infrastruktur apalagi Surabaya kini sedang fokus bidang transportasi. Ada beberapa proyek besar yang tengah dilakukan termasuk proyek Pelabuhan Teluk Lamong yang direncanakan bisa siap beroperasi pada 2014.

"Selama ini hampir semua kapal yang hendak ke Surabaya harus sandar dulu di Singapura, sehingga harga barang mahal karena ongkos sandar lebih tinggi, jadi keberadaan Pelabuhan Teluk Lamong sangat penting dan mendesak," kata Risma.

Di samping itu, proyek transportasi dalam kota juga terus dikebut termasuk trem dan monorel yang dinilai mampu memberikan solusi atas problem kemacetan. Di sisi lain, banjir menjadi momok bagi kota-kota besar tapi Surabaya sudah diantisipasi melalui program-program penanggulangan banjir, sehingga sejumlah titik yang dulunya langganan banjir, kini sudah bebas banjir.

Secara umum, Filip mengaku sangat terkesan dengan pembangunan yang ada di Surabaya. Menurutnya, Surabaya termasuk salah satu yang berhasil mengelola problem-problem kota besar.

"Saya sangat nyaman berada di kota ini, di sini sangat bersih, hijau dan suasananya kondusif, lingkungan dan keamanannya kondusif, iklim investasi otomatis juga akan membaik," katanya. Sementara Kabag Kerjasama Pemkot Surabaya, Ifron Hady, menuturkan, pertemuan dengan Dubes Belgia ini menghasilkan beberapa kesepahaman. Antara lain, rencana menjalin kerjasama sister city dengan salah satu kota di Belgia.

"Di Belgia ada banyak kota yang potensial, tapi Antwerp adalah kota yang paling cocok dengan Surabaya," ujarnya. Adapun alasan pemkot membidik kerjasama dengan kota di utara Belgia itu, lantaran Antwerp merupakan salah satu kota pelabuhan terbesar di dunia.

Dengan status tersebut, Antwerp memegang peranan penting dengan melayani jaringan pelabuhan hampir seluruh kota di Eropa. Hal ini, menurut Ifron, akan sangat menguntungkan sebab alur kapal bisa langsung dari pelabuhan Antwerp ke Surabaya, tanpa melalui perantara Singapura.

Target kerja sama dengan Antwerp diharapkan dapat mendukung keberadaan Pelabuhan Teluk Lamong dengan sistem direct sailing atau pelayaran langsung, sehingga harga barang di Surabaya bisa lebih murah.

Namun, sebelum menginjak tahap tersebut tersebut, Ifron menjelaskan pertama perlu dijalin dulu kesepakatan hubungan sister city. Dubes Belgia menyambut baik rencana kerjasama antara Surabaya dengan Antwerp. Ia berjanji memfasilitasi niat tersebut agar secepatnya dapat dibawa ke level lebih lanjut.

"Saya rasa ini sangat tepat. Kedua kota punya kemiripan yakni sama-sama kota pelabuhan dan masing-masing pegang peranan penting. Surabaya merupakan pintu gerbang perekonomian di Indonesia Timur. Kami siap membantu dengan menyampaikan ini ke rekan-rekan kami di Antwerp," ucap Filip sesaat sebelum mengakhiri pertemuan.

Baca juga: Iconia PC tablet dengan Windows 8 by Kanghari.

Klik disini untuk melanjutkan »»